4 Pelajaran Investasi dari Warren Buffett

4 Pelajaran Investasi dari Warren Buffett

Nama Warren Buffett pastilah nama yang tidak asing lagi di telinga sahabat investor. Buffett adalah salah seorang yang berada di jajaran atas orang terkaya di dunia dengan kekayaan yang dihasilkan dari berinvestasi saham. Di usianya yang ke 86, Buffett masih mengepalai Berkshire Hathaway yang telah memberikan total return 1.972.595% kepada pemegang sahamnya sejak tahun 1965 hingga 2016. Berikut adalah 4 pelajaran investasi dari Buffett:

1. Abaikan fluktuasi jangka pendek dari pendapatan dan fokus pada pendapatan normal

Ada banyak perusahaan yang terlalu fokus untuk menumbuhkan profit dalam jangka pendek yang dapat membahayakan profit dalam jangka panjang. Sebagai contoh, perusahaan dapat memilih jalan untuk menaikkan profit dengan cara menggunakan bahan dasar yang lebih murah. Tetapi hal ini berpotensi menurunkan kualitas produk dan akhirnya kehilangan pembeli di masa mendatang. Buffett yakin bahwa menciptakan profitabilitas yang berkelanjutan itu lebih penting.

2. Buffett memilih perusahaan dengan kualitas manajemen yang superior.

Manajemen perusaahaan adalah orang-orang di balik bisnis perusahaan. Maka dari itu penting untuk memiliki saham dari perusahaan yang dijalankan oleh orang-orang yang berintegritas dan berkualitas baik.

3. Dalam berinvestasi saham, Buffett menyarankan untuk memiliki pandangan bahwa anda membeli sebuah bisnis dan tidak perlu melihat harga saham selama 5 tahun ke depan 

Warren Buffett berkata, “Anda tidak dapat mengecek harga dari sawah anda setiap hari, setiap minggu atau setiap bulan. Anda juga tidak dapat melakukannya untuk apartemen anda. Jika anda memiliki franchise Mc.Donald, anda juga tidak dapat mengecek nilai harganya setiap hari. Anda harus  melihat saham anda sebagai bisnis dan fokus terhadap kinerja bisnis tersebut.”

4. Buffett percaya jika anda dapat mengontrol emosi anda ditambah dengan sikap sabar dan oportunis, investasi anda akan baik-baik saja.

Belajar mengenai berinvestasi saham dan praktek langsung terjun ke pasar saham adalah 2 hal yang berbeda. Di pasar saham anda akan dipengaruhi oleh keserakahan dan ketakutan dalam diri anda. Ketika harga saham turun dan berdasarkan strategi anda, anda seharusnya membeli, hati anda mengatakan “bagaimana jika harga semakin menurun setelah saya membeli?”. Maka dari itu Buffett berkata, “Anda tidak membutuhkan IQ dalam berinvestasi, yang biasanya dibutuhkan dalam aktifitas lain, tetapi anda membutuhkan kemampuan mengontrol emosi anda”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *