5 Syarat Penting Bagi Saham Dividen Terbaik

5 Syarat Penting Bagi Saham Dividen Terbaik

Seperti kita ketahui, ada 2 keuntungan yang dapat kita peroleh sebagai investor saham, yaitu keuntungan berupa kenaikan harga saham dan juga dividen. Banyak investor yang menggunakan dividen ini sebagai salah satu bentuk passive income mereka. Bayangkan saja jika seorang investor memiliki 12 saham yang memberikan dividen setiap tahunnya di bulan yang berbeda, maka investor tersebut akan menerima passive income setiap bulannya. Jika jumlahnya telah melebihi dari pengeluaran setiap bulan, investor tersebut pun dapat dikatakan telah mencapai kebebasan finansial. Inilah kehebatan dari saham yang memberikan dividen! Namun, apa saja sih syarat penting dalam memilih saham dividen tersebut? Simak selengkapnya di artikel kita kali ini!

1. Perusahaan mapan

Saham dividen terbaik biasanya ditemukan di kumpulan perusahaan yang telah mapan dengan profit, pendapatan dan arus kas yang stabil. Perusahaan seperti ini biasanya sudah tidak lagi melakukan ekspansi bisnis yang besar, maka dari itu profit yang didapat perusahaan dapat dikembalikan ke investor berupa dividen. Sebaliknya, perusahaan kecil dengan perkembangan yang besar masih membutuhkan uang kas untuk terus berkembang.

2. Dividen yang konsisten

Kata kunci dari berinvestasi untuk passive income bukanlah seberapa besar passive income tersebut, melainkan seberapa konsisten dan berkelanjutan passive income tersebut. Carilah saham dari perusahaan yang secara konsisten telah memberikan dividen dari tahun ke tahun. Hal ini dapat kita temukan dari laporan keuangan perusahaan tersebut. Pastikan juga perusahaan memiliki dividend policy (kebijakan dividen) yang jelas. Misalnya, setiap tahun perusahaan harus memberikan dividen minimal 50% dari profit yang didapat.

3. Fundamental yang kuat

Fundamental dari perusahaan sangatlah penting menentukan saham dividen. Bayangkan jika perusahaan tersebut bergerak di industri yang terancam hilang karena faktor internet misalnya, maka dividen yang kita dapat pun akan terancam. Contoh lain adalah hindari perusahaan yang memiliki hutang yang besar (debt to equity ratio tinggi), karena profit yang didapat tentunya akan dipakai untuk membayar porsi hutang terlebih dahulu.

4. Belanja modal yang rendah

Saham dividen terbaik adalah saham perusahaan yang memiliki belanja modal (capex) yang rendah. Perusahaan yang memiliki belanja modal tinggi adalah perusahaan yang harus terus menerus menginvestasikan profit yang didapat untuk menjaga operasi bisnis miliknya. Salah satu contoh perusahaan dengan capex yang tinggi adalah perusahaan penerbangan. Perusahaan tersebut membutuhkan biaya yang tinggi untuk merawat mesin pesawat dan membeli pesawat baru dalam jangka waktu tertentu.

5. Dividend yield mengalahkan risk free rate

Risk free rate adalah return yang didapat dari sebuah investasi yang ‘bebas resiko’. Bebas resiko disini berarti investor 100% pasti akan mendapatkan modal dan bunga yang dijanjikan. Di Singapura, risk free rate ini biasanya diambil dari return yang orang dapat dari CPF (dana pensiun negara Singapura) sebesar 4%. Di Indonesia, orang biasa menggunakan return surat utang negara berjangka 10 tahun dikurangi default premium (resiko kebangkrutan) atau sekitar kurang dari 6%. Logika di balik perhitungan ini adalah untuk apa kita harus berinvestasi di saham yang pada dasarnya beresiko tetapi memiliki dividend yield yang kecil dibandingkan dengan menaruh uang anda di risk-free asset yang bebas dari resiko.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *