Computer, Smartphone, What’s Next?

Computer, Smartphone, What’s Next?

Ada banyak tipe investasi saham yang dapat kita lakukan di antaranya adalah membeli saham di industri yang sedang mengalami penurunan sementara (cyclical) ataupun membeli saham di industri yang sedang berkembang pesat (growth). Di artikel kali ini mari kita melihat tipe yang kedua tersebut.

Di bulan Januari 2007, Apple Inc pertama kali memperkenalkan produk smartphone-nya, Iphone, ke publik. Desain touchscreen yang inovatif, kemudahan bagi pengguna dan kecanggihan Iphone saat itulah yang menjadi awal trend teknologi smartphone. Seandainya saja anda membeli saham Apple saat itu sejumlah 10 juta rupiah, maka sekarang uang anda telah menjadi kurang lebih 90 juta rupiah. Inilah keuntungan dari berinvestasi di perusahaan di industri yang berkembang. Seiring dengan kenaikan profit perusahaan, harga saham perusahaan tersebut juga akan naik.

Yang menarik dari trend teknologi adalah teknologi mampu mengubah bagaimana orang berperilaku dan mampu berpengaruh ke banyak industri. Trend smartphone misalnya, telah mengubah bagaimana cara orang memperoleh informasi dan berita. Banyak orang yang telah meninggalkan media cetak koran dan memilih untuk membaca berita online. Smartphone juga berdampak negatif terhadap industri kamera digital, karena orang telah mendapatkan fungsi kamera digital di handphone-nya.

Pertanyaannya sekarang adalah setelah masa komputer di tahun 1990-an dan masa smartphone di tahun 2000-an, what’s next? Trend berikutnya yang dapat kita antisipasi adalah IoT (Internet of Things). Internet of Things adalah teknologi yang menggabungkan kepintaran dan akses internet pada alat-alat di kehidupan sehari-hari kita. Salah satu contohnya adalah kulkas anda. Kulkas tradisional hanya bisa mendinginkan barang yang ada di dalamnya. Namun, kulkas IoT memiliki microcontroller, sensor, kamera dan akses internet yang dapat digunakan untuk banyak hal misalnya: mengirimkan notifikasi ke smartphone anda bahwa buah jeruk yang anda beli 2 minggu lalu telah busuk atau memberikan rekomendasi resep yang didapt dari internet sesuai dengan bahan-bahan di dalam kulkas dan cuaca hari ini. Jika anda merasa kulkas IoT ini adalah sebuah barang di masa depan, anda salah, karena Samsung telah memiliki produk seperti itu (silahkan lihat di sini : www.pocket-lint.com/samsung-family-hub-refrigerator).

Ke depannya akan semakin banyak alat-alat kehidupan sehari-hari yang dilengkapi dengan kepintaran dan akses internet. IoT akan berdampak pada banyak area kehidupan kita seperti ditunjukkan gambar berikut:

IoT_Main4

 

 

 

 

 

 

 

iot1

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pertanyaannya kemudian adalah bagaimana meraih profit dari trend IoT tersebut. Anda bisa saja membeli saham perusahaan yang memproduksi barang IoT, tetapi anda harus memastikan bahwa barang tersebut memiliki manfaat yang tinggi bagi customer dan mampu menang dari persaingan barang dari perusahaan lain. Ide investasi yang mungkin lebih dapat diandalkan adalah berinvestasi di perusahaan telekomunikasi. Ketika semakin banyak barang kita yang terakses ke internet, berarti semakin banyak data yang dikonsumsi oleh kita. Maka dari itu, perusahaan telekomunikasi yang menyediakan paket data internet lah yang akan mendapatkan keuntungan. Telkom (TLKM.JK) sebagai perusahaan telekomunikasi yang mayoritas sahamnya dimiliki pemerintah Indonesia menjadi kandidat utama penerima keuntungan tersebut.

Untuk ide investasi berikutnya, tahukah anda, semua data yang disimpan di internet memerlukan server di dunia nyata untuk menampung data tersebut? Dan ukuran dari server tersebut sangatlah besar dan membutuhkan ruangan yang besar pula. Gambar di bawah ini adalah data center milik Google di Oregon, AS.

dalles-oregon-data-center-server-room

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Keppel DC REIT adalah sebuah REIT di bursa saham Singapura. REIT ini memiliki banyak properti yang disewakan khusus untuk menampung server-server milik perusahaan lain. Dengan semakin banyak data yang disimpan di internet, semakin banyak pula server yang dibutuhkan. Maka bisnis dari Keppel DC REIT pun dapat turut berkembang.

Sekali lagi, patut ditekankan bahwa artikel ini bukan sebagai rekomendasi untuk membeli saham Telkom dan Keppel DC REIT. Kami hanya mendemonstrasikan bagaimana kita sebagai investor melihat peluang investasi dari trend yang ada. Analisa lebih mendalam patut anda lakukan terhadap 2 saham tersebut jika anda tertarik untuk membelinya dan tentunya anda pun harus membelinya di harga yang tepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *