Kesempatan Emas Dalam Pasar Saham

Kesempatan Emas Dalam Pasar Saham

Ada quote yang mengatakan “love doesn’t hurt, but expectations do”, atau dalam bahasa Indonesia berarti “yang menyakitkan bukanlah cinta, melainkan ekspektasi”. Quote ini sangat pas menggambarkan pengalaman saya saat makan siang minggu lalu. Saya berdua dengan teman saya sedang mengantri untuk membeli makan siang kami. Kebetulan tempat tersebut terkenal dengan berbagai menu ikan timnya. Hampir semua pembeli memesan menu ikannya. Namun, sesaat sebelum memesan saya melihat ada menu usus kecap yang terlihat menggoda dijual disana. Alhasil, saya tidak memilih menu ikan, tetapi memilih menu usus kecap tersebut dengan lauk lainnya. Sebelum saya mencicipi usus kecap tersebut, ekspektasi saya mengenai betapa enak, manis dan empuknya tekstur dari usus tersebut sudah terbentuk. Maklum karena sudah lama saya tidak makan menu tersebut. Ketika saya mencicipinya, semua ekspektasi yang besar itu berubah menjadi kekecewaan yang besar. Usus tersebut dimasak terlalu lama hingga teksturnya tak seperti yang saya bayangkan.

Sahabat investor, jangan khawatir karena saya tidak akan membahas tentang cinta ataupun cara memasak usus yang enak di artikel kali ini. Lalu apa hubungan cerita di atas dengan pasar investasi? Pergerakan harga aset investasi di suatu pasar tidak terlepas dari ekspektasi yang dimiliki oleh para pemain pasar. Misalnya di pasar saham, ketika sebuah perusahaan melaporkan kenaikan profit yang jauh lebih tinggi dari ekspektasi para analis dan investor, harga saham perusahaan tersebut dapat diprediksi akan melonjak dalam beberapa hari ke depan. Sebaliknya, ketika kinerja  perusahaan tidak bisa memenuhi ekspektasi yang tinggi dari analis dan investor, harga sahamnya akan mengalami penurunan.

Kesempatan Emas

Lalu, apa yang terjadi jika reaksi kekecewaan para analis dan investor terlalu berlebihan? Inilah yang dapat kita jadikan sebagai kesempatan emas untuk membeli Fallen Angel. Fallen angel atau malaikat jatuh, adalah istilah yang digunakan untuk merujuk pada perusahaan yang memiliki fundamental dan kinerja yang bagus selama beberapa tahun terakhir. Namun, karena sebuah masalah, menimbulkan kekecewaan dan kepanikan publik. Alhasil, harga saham tersebut ikut turun. Ketika harga saham turun drastis, ini dapat menjadi kesempatan emas bagi kita untuk membelinya dalam harga diskon.

Sebelum anda membeli saham perusahaan dalam situasi tersebut, ada beberapa hal yang anda patut perhatikan:

  1. Apakah bencana ini bersifat sementara dan tidak mempengaruhi kinerja perusahaan di masa depan?
  2. Apa yang dilakukan manajemen perusahaan untuk menangani masalah/bencana tersebut secara efektif?
  3. Ingat, perbedaan antara the fallen angel dan perusahaan yang akan bangkrut sangatlah tipis

Contoh dari fallen angel ini dapat kita lihat pada saham Unilever Indonesia Tbk (UNVR.JK) di akhir tahun 2012. Pada saat itu terdapat berita mengenai kenaikan persentase royalti yang harus dibayar Unilever Indonesia Tbk kepada pihak Unilever pusat. Hal ini menimbulkan kepanikan investor yang khawatir laba perusahaan akan menurun. Harga saham Unilever Indonesia pun turun sekitar 20% dalam waktu 1 bulan dari kisaran Rp 26000 menjadi Rp 21000.

Unilever Indonesia adalah perusahaan dibalik merk/brand terkenal seperti Blue Band, Rinso, Royco, Lifebuoy, dll. Brand loyalty inilah salah satu keunggulan kompetitif dari Unilever. Marjin laba bruto sebesar 50% dari Unilever Indonesia menjadi bukti brand loyalty tersebut. Marjin laba bruto 50% berarti jika harga 1 sachet Rinso Rp 10 ribu, ongkos untuk memproduksi 1 sachet Rinso tersebut sebenarnya hanya Rp 5 ribu. Brand loyalti ini pula yang dimanfaatkan oleh manajemen Unilever Indonesia untuk menaikkan harga di tahun 2013 untuk mengkompensasi kenaikan royalti dari Unilever pusat. Bayangkan jika brand loyalty itu tidak ada, Kenaikan harga tersebut akan berdampak pada hilangnya konsumen.

Harga saham Unilever Indonesia pun berada pada kisaran Rp 21-23 ribu selama beberapa bulan, sebelum melonjak kembali melampaui puncak Rp 26 ribu di bulan April 2013. Dari sisi profit, laba bersih perusahaan di tahun 2013 malah meningkat lebih dari 10% dibandingkan tahun sebelumnua. Inilah salah satu contoh dari situasi yang memberikan kesempatan emas untuk membeli Fallen Angel.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *