5 Pelajaran Menarik dari Film Dokumenter Warren Buffett

5 Pelajaran Menarik dari Film Dokumenter Warren Buffett

“Becoming Warren Buffett” adalah film dokumenter mengenai kehidupan Warren Buffett, seorang investor ternama di dunia, yang ditayangkan oleh HBO di tahun 2017. Saya kebetulan menemukan film ini di youtube dan menghabiskan waktu 1,5 jam menontonnya. Wow.. Film dokumenter ini menarik dan penuh dengan pelajaran, baik mengenai investasi maupun hidup secara umum. Berikut adalah pelajaran menarik yang saya dapatkan dari film tersebut.

1. Compound Interest (Bunga berbunga/majemuk)
Dalam film tersebut Buffett menceritakan dongeng tentang seseorang yang meminta beras dari seorang raja. Caranya raja harus meletakkan butiran beras itu di atas papan catur dengan aturan di kotak pertama diisi 1 butir beras, kotak berikutnya berkelipatan 2 dari kotak sebelumnya. Raja setuju memberikannya dan tanpa disadari untuk mengisi penuh papan catur tersebut, si raja harus memberikan seluruh kekayaan kerajaannya kepada orang tersebut, karena untuk mengisi kotak terakhir raja membutuhkan 2 pangkat 63 butir beras atau 9 juta triliun butir beras. Hal inilah sebabnya mengapa Albert Einstein mengatakan “bunga majemuk adalah keajaiban dunia yang ke 8”. Dan berkat kekuatan compound interest inilah, kekayaan Buffett bertambah secara eksponensial seperti yang dapat kita lihat di bawah ini.

2. Sosok Susan Buffett
Mungkin anda sering mendengar pepatah yang mengatakan “Di balik kesuksesan seorang pria, terdapat wanita yang hebat”. Sebagian besar film ini menceritakan kehidupan pribadi dari Warren Buffett. Buffett pun mengatakan bahwa istrinya Susan Buffett memiliki andil besar dalam kesuksesannya. Bahkan keterlibatan Buffett di dunia filantropi/kedermawanan maupun pandangan politiknya juga dipengaruhi oleh mendiang istrinya.

3. Sosok Charlie Munger
Kehadiran Charlie Munger yang menjadi partnernya di Berkshire Hathaway mengubah cara beinvestasi Warren Buffett. Di awal karirnya Buffett mengikuti cara berinvestasi Benjamin Graham yang membeli saham perusahaan yang dijual murah, tetapi belum tentu memiliki prospek yang bagus. Cara berinvestasi ini berhasil membawa Buffett menjadi seorang bilioner. Tetapi Charlie Munger lah yang mempengaruhi Buffett untuk mencari perusahaan yang berkualitas atau memiliki “economic moat” dan murah. Cara berinvestasi inilah yang mengantarkan Berkshire Hathaway menjadi seperti sekarang.

4. Personal Development
Buffett lulus S1 dari Universitas Nebraska dan lulus S2 dari Universitas Columbia. Namun yang menarik, di ruangan kantornya, yang dapat kita temukan bukanlah ijazah dari kedua perguruan tersebut, melainkan sebuah sertifikat kelulusan dari Dale Carnegie Public Speaking Course. Public speaking atau berbicara di depan publik adalah salah satu ketakutan yang Buffett miliki. Buffett kemudian mengambil public speaking course tersebut untuk mengatasi fobia miliknya tersebut. Buffett mengatakan bahwa keputusannya tersebut berkontribusi besar pada kesuksesan karirnya.

5. Mencintai Pekerjaannya
Di usianya yang telah mencapai 87 tahun di tahun 2017 ini, Warren Buffett masih menjadi CEO dari Berkshire Hathaway, bukan karena Buffett terpaksa atau berkewajiban bekerja di sana, tetapi Buffett cinta akan pekerjaannya tersebut. Ia mengatakan, “Kehidupan adalah sebuah film yang sangat bagus untuk ditonton. Namun, anda pastilah tidak mau untuk melewati hidup ini dengan tidur sambil berjalan. Hidup akan menjadi indah, jika anda bangun dari tempat tidur dan menantikan dengan antusias 1 hari ke depan. Saya, selama 60 tahun, berdansa dalam bekerja karena saya mencintai apa yang saya lakukan dan saya merasa sangat beruntung”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *